Yahya Disarankan Fokus Urus Umat, Bukan Bawa NU Masuk Politik

- 29 Desember 2021, 22:12 WIB
Yahya Disarankan Fokus Urus Umat, Bukan Bawa NU Masuk Politik
Yahya Disarankan Fokus Urus Umat, Bukan Bawa NU Masuk Politik /Facebook/ Yahya Cholil Staquf

Pedoman Tangerang - Yahya Cholil Staquf telah terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026 dalam Muktamar ke-34 yang berlangsung di Lampung hingga Jumat, 24 Desember 2021.

Kakak Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu meraih 337 suara, unggul dari calon inkumben, Said Aqil Siroj, yang hanya mendapatkan 210 suara.

Yahya Cholil Staquf sudah tegas mengatakan, NU tidak akan bicara capres dan cawapres. Pengamat Komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, mengatakan kecil kemungkinan ia akan dipersiapkan untuk ikut kontestasi Pilpres 2024.

"Sebagai Ormas keagamaan terbesar di Indonesia, NU memang diharapkan tidak terlalu dekat dengan salah satu partai politik. NU diharapkan tidak di mana-man, tapi ada dimana-mana," kata Jamil kepada Pedoman Tangerang, Rabu, 29 Desember 2021.

Baca Juga: Pelatih Timnas Indonesia Kecewa Para Pemain Hanya Dikasih Makan Nasi Kotak

Jamil mengatakan Yahya diharapkan lebih banyak mencurahkan perhatian untuk mengurus ummat agar lebih sejahtera. Hal itu jauh lebih penting daripada ikut politik praktis.

Tentu akan membahagikan bila selama Yahya memimpin NU dapat memajukan pendidikan, kesehatan, dan perekonomian ummat.

Sebab, hal itu akan menjadi fondasi bagi NU meningkatkan perannya lebih besar dalam memajukan masyarakat, bangsa, dan negara.

"Untuk itu, Yahya diharapkan tidak tergelincir atas tergoda politik praktis, khususnya pencapresan 2024. Dengan begitu, Yahya akan fokus untuk mensejahterakan ummat," kata Jamil.

Baca Juga: Bukan Hanya Ibu-ibu, Kucing Hitam Pun Juga Kesal Dengan Sosok Lydia Di Series Layangan Putus

Sejak pemilihan presiden secara langsung pada 2004, NU memiliki posisi tawar yang tinggi sebagai organisasi dengan basis massa lebih dari seratus juta penduduk muslim Indonesia.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin, mengatakan di situ godaan muncul bagi NU. Makin lama, kata dia, NU makin tak kuat menahan godaan kekuasaan.

Pilpres 2019, menurut Ujang, merupakan contoh nyata dukungan NU kepada calon presiden tertentu. NU juga mulai melirik kursi pemerintah dengan meminta jatah Menteri Agama diberikan kepada NU.

Baca Juga: Rizky Billar Pamer Foto Tangan Bayi, Rekan Artis Beri Selamat

Berikutnya, giliran Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj pun yang kecipratan jabatan dan ditunjuk sebagai komisaris utama PT Kereta Api Indonesia.

Dalam pembukaan Muktamar ke-34 pekan lalu, Presiden Joko Widodo bahkan menawarkan konsesi lahan untuk para pemuda NU.***

Editor: Muhammad Alfin


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x