Bentrok Militer dengan Rakyat Pro Demokrasi Kembali Terjadi di Myanmar, 25 Orang Tewas

- 5 Juli 2021, 08:30 WIB
Tangkapan layar foto demo antikudeta bakar baju militer Myanmar, Minggu 4 Juli 2021.
Tangkapan layar foto demo antikudeta bakar baju militer Myanmar, Minggu 4 Juli 2021. /Chris Dale/Reuters

Pedoman Tangerang - Pertempuran antara Militer Myanmar dan warga pro demokrasi kembali terjadi.

Kali ini sedikitnya 25 orang tewas dalam baku tembak dengan penentang junta militer di pusat kota di ibu kota negara itu, pada Jumat 2 Juli 2021.

Seperti dilansir News Asia, Minggu 4 Juli 2021, menurut seorang penduduk, bentrok tersebut terjadi di Depayin di wilayah Sagaing, 300 kilometer utara ibu kota Naypyidaw.

Baca Juga: Seorang Wanita Divonis 11 Tahun Penjara, Usai Menikahi Lelaki Secara Bersamaan

Permintaan tanggapan atas peristiwa itu tidak ditanggapi juru bicara militer.

Myanmar kini dalam kekacauan akibat kudeta terhadap pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi pada 1 Februari 2021.

Aksi kekerasan terjadi di seluruh penjuru pelosok wilayah, kini negara berpenduduk lebih dari 53 juta orang itu benar-benar mengalami kekacauan.

Seorang warga Myanmar, yang tidak mau disebutkan namanya, menjelaskan empat truk militer menurunkan tentara di desa itu pada Jumat 2 Juli 2021.

Baca Juga: Seorang Sipir Wanita Lakukan Hubungan Intim dengan Napi Didepan Sipir Lain Saat di Penjara

Pemuda-pemudi pemuda dari Angkatan Pertahanan Rakyat setempat, yang dibentuk untuk menentang junta, mengambil posisi untuk menghadapi mereka.

Namun, mereka hanya memiliki senjata darurat dan dipaksa mundur oleh senjata yang lebih berat dari pasukan keamanan, kata penduduk tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan kekerasan sejak kudeta telah mengusir lebih dari 230.000 orang dari rumah mereka.

Lebih dari 880 orang juga telah dibunuh oleh pasukan keamanan sejak kudeta dan lebih dari 5.200 lainnya ditahan.

Baca Juga: Microscoft Investigasi Sisi Lain Hubungan Bill Gates Dengan Karyawan Perumpuan

Pihak berwenang Myanmar menyatakan angka-angka ini tidak benar, tetapi belum memberikan perkiraan mereka sendiri.

Pihak pengusaha Myanmar saat ini mengatakan kekuasaan yang mereka kudeta dari Aung San Suu Kyi sejalan dengan konstitusi.

Mereka menuduh ada kecurangan oleh partai yang terafiliasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) yang digelar pada November 2020.

Meskipun, tuduhan itu dibantah oleh badan pemilihan sebelumnya.

Kini Myanmar diambang Krisis setelah hampir 7 Bulan Kudeta tak kunjung usai.***

Editor: Alfin Pulungan

Sumber: News Asia South


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x