Apa itu UEFA Europa Conference League, Simak Penjelasan Berikut

21 Mei 2021, 23:14 WIB
Mari mengenal Liga Champions, Liga Eropa, dan Liga Conference, 3 kompetisi yang akan digelar UEFA pada musim 2021/22. /Skysports

Pedoman Tangerang – Sepak Bola benua biru akan diramaikan dengan UEFA Europa Conference League yang akan menjadi kompetisi baru besutan UEFA mulai musim 2021-2022.

UEFA Europa Conference League akan menjadi kompetisi antarklub Eropa level ketiga setelah Liga Champions dan Europa League.

Sebagaimana diberitakan Pikiran-rakyat.com dari laman resmi UEFA, akan ada 184 tim yang akan berpartisipasi di babak kualifikasi UEFA Europa Conference League.

Kualifikasi akan menyaring 22 tim yang lolos, kemudian digabungkan dengan 10 tim yang gugur di play-off Europa League.

Baca Juga: Harry Kane Akan Bicara Dengan Presiden Tottenham Hotspurs, Hengkang?

Sehingga, total akan ada 32 tim peserta yang mengikuti UEFA Europa Conference League.

Sebagai kompetisi tingkat ketiga, pemenang UEFA Europa Conference League ototmatis berhak tampil di Europa League sebagaimana pemenang Europa League ototmatis berhak tampil di Liga Champions.

Kemunculan UEFA Europa Conference League akan menjadikan klub peserta Europa League, yang sebelumnya berjumlah 48 tim, dikurangi menjadi 32 tim.

Format UEFA Europa Conference League adalah tim yang menjadi juara grup lolos otomatis ke babak 16  Besar.

Tim yang menjadi runner-up di fase grup, harus berhadapan dengan tim yang ada di peringkat ketiga untuk lolos ke babak selanjutnya.

Baca Juga: Burnley Vs Liverpool 0 - 3, The Reds Amankan Satu Tiket Liga Champions

UEFA Europa Conference League akan membuat kompetisi sepak bola Eropa lebih inklusif dari sebelumnya.

Hal ini karena UEFA Europa Conference League terbuka untuk diikuti tim-tim dari liga 'kelas bawah' seperti Polandia, Denmark, atau Wales.

"Klub yang terlibat dalam kompetisi ini akan lebih banyak seiring dengan lebih banyaknya asosiasi yang punya wakil di babak grup," ucap Presiden UEFA Aleksander Ceferin.(RIO RIZKI PANGESTU/PR)***

Editor: Rahman Sugidiyanto

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

Terpopuler