Lebih Setengah Tahun Berlaku, PKS Sebut UU Ciptaker Makin Bikin Buruh Terpuruk

- 2 Mei 2021, 16:06 WIB
Politisi PKS Netty Prasetiyani mempertanyakan kebijakan larangan Mudik 2021 selama perayaan lebaran sementara destinasi wisata dibuka.
Politisi PKS Netty Prasetiyani mempertanyakan kebijakan larangan Mudik 2021 selama perayaan lebaran sementara destinasi wisata dibuka. /Instagram.com/@netty_heryawan/

 

Pedoman Tangerang - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS), Netty Prasetiyani Aher, meminta pemerintah memperhatikan nasib buruh pasca disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja (UU Cipataker).

Ia mengatakan hari buruh 1 Mei 2021 semestinya dijadikan momentum agar pekerja Indonesia harus bisa menjadi tuan di negeri sendiri dengan jaminan perlindungan negara terhadap hak-hak pekerja secara riil.

"Pemerintah harus memperhatikan nasib pekerja yang makin terpuruk pasca pengesahan UU Ciptaker," kata Netty dalam keterangannya, Ahad, 2 Mei 2021.

Baca Juga: Anggota DPR Dede Yusuf Berikan Rapor untuk Nadiem di Hardiknas 2021, Apa Hasilnya ?

Netty mengatakan ada banyak pekerjaaan rumah pemerintah terkait persoalan pekerja yang belum terselesaikan. Di antaranya masalah perluasan outsourcing, pemberhentian hubungan kerja, pengurangan pesangon, sulitnya mendapatkan cuti panjang, hingga persoalan jaminan kesehatan. Semua itu, kata dia, masih membutuhkan upaya perbaikan dan pembenahan serius dari pemerintah.

"Kondisi pekerja Indonesia makin berat di masa pandemi ini. Seharusnya negara mampu menjamin pekerja untuk mendapatkan upah yang layak untuk kehidupannya,” katanya.

Ia menegaskan PKS masih konsisten menolak UU Ciptaker. Peraturan yang dinilai banyak merugikan kaum buruh itu seharusnya ditinjau kembali pengesahannya. Bila perlu, kata Netty, Presiden Joko Widodo mengeluarkan peraturan pengganti undang-undang untuk menganulir UU tersebut.

Baca Juga: Catat! Berikut Jadwal Pencairan THR PNS Pusat dan Daerah 2021

Halaman:

Editor: M. Rio Alfin Pulungan


Tags

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X